Punya peta? atlas? atau sedang buka Google Earth, Jang?
Oke, kalau dirimu sedang buka itu semua maka sekarang mari kita jalan-jalan! Kalau nggak juga nggak papa! Tapi syaratnya kalian harus ingat ini: tempat ini ada di atas world map seperti panu mungil di punggung Pak RT deket kost-ku (jangan tanya bagaiamana aku tahu ini! rahasia perusahaan!), lihat di benua Asia, lalu tengok ke sebelah tenggara maka akan kau lihat negeri kita tercinta Indonesia Raya!
Nah, sekarang cari Indonesia Tengah dan tengoklah di bagian bawah. Bukan di situ, agak ke bawah, di bawah itu lho. Nah, yak dua pulau itu. Naaaah betul, itu-itu-itu! di situ tempatnya!
|
Ini dilihat pakai microscope: Amoeba membelah diri Mode ON |
Begini, jang. Itu dua pulau yang selama pendidikan dikenalkan guruku sebagai Provinsi NTB. Aku tulus percaya saja pada beliau-beliau karena sekali seumur hidup aku bener-bener belum pernah lihat langsung dari langit ke-7. Bentuknya seperti itu atau nggak aku nggak ngerti (ahli Geografi or Astronomi tolong yakinkan aku!)
Di sana, di Nusa Tenggara Barat atau diringkas NTB adalah provinsinya. Lalu pulaunya, pulau sebelah kiri tuh, kecil-hijau, dan mirip kecebong sedang action. Naah ini wujudnya kalau di-Zoom in sekedarnya...
Dipulau inilah tepatnya sejarah Lelaki Kecil ini dimulai. Tepatnya, waktu itu sore di hari Rabu tanggal 30 Desember 1987. Aku lahir seperti manusia pada umumnya, Alhamdulillah normal dengan menangis ceria (WeEeE!).
Tapi selentingan Dokter Dodi (data sejarah: sumber terpercaya semoga bener) membuat Bapakku terkejut, begini kata Pak Dokter yang terhormat itu: "Selamat Pak, anak anda Profesor!"
Kontanlah Lelaki Tekad Baja yang menunggu kelahiran anak pertamanya itu tercengang. Bagaimana ceritanya anak pertamanya seorang Profesor? Wong beliau saja saat itu belum Doktorandus!
Ternyata eh ternyata, tak lain dan tak bukan, gelar Profesor itu hanya karena benda yang disebut rambut di kepala manusia orok itu! Di kiri dan kanan rambutku tumbuh dengan lumayan riang, tapi luar biasa jang! di kepala bagian atasku sempurna hutan gundul layaknya habis diterabas para penebang liar. Kalau dicari kemiripannya mungkin seperti ini-lah bentuknya:
Percayalah!



Hai boi, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Silahkan berkomentar dan meninggalkan kesan menyenangkan. Mari ngobrol asyik tentang apapun di blog nyantai ini. Semoga berkenan ya boi. Salaam #GoBlog ^_^
Terima Kasih
Halama Haris